Wednesday, April 6, 2011

Pelatih Real Madrid Jose Mourinho mengatakan, pengalamannya melatih sejumlah klub telah membuktikan bahwa ia tidak cuma mengandalkan taktik bertahan untuk menjadi juara. Dengan begitu, menurutnya, komentar yang menyebutnya cuma bisa bertahan adalah kebohongan. Mourinho melatih Madrid dengan bekal sukses membawa Inter Milan menutup musim 2009-2010 dengan tiga gelar juara, termasuk Liga Champions.
Meski begitu, sejumlah kalangan menilai Mourinho tak hebat karena meraihnya dengan permainan yang cenderung defensif. Mourinho sendiri memilih tetap percaya pada kemampuan dan pengalamannya sendiri. Selama ini, menurutnya, ia menyesuaikan taktiknya dengan tim yang ia tangani, bukan sebaliknya. Hasilnya, sepanjang kariernya, ia sukses menjuarai dua kali Liga Champions dan sekali Piala UEFA (sekarang Liga Europa).
Selain trofi Liga Champions bersama Inter, ia menjuarai Liga Champions 2004 dan Piala UEFA 2003 bersama FC Porto. “Menarik disebut defensif. Saya pernah merasakan tiga final ajang Eropa. Kami memenangi ketiganya dengan total produksi delapan gol,” ungkap Mourinho. “Ketika kebohongan terulang beberapa kali, bagi orang cerdas, kebohongan ini akan selalu merupakan dusta.
Bagi orang yang tak pintar, maka (kebohongan) berubah menjadi kebenaran.” “Untungnya, dalam sepak bola, ada lebih banyak orang pintar ketimbang yang tidak. Untuk alasan itu, saya menangani tim seperti FC Porto, Chelsea, Inter, dan sekarang Real Madrid. Kebohongan itu akan terus menjadi kebohongan,” tandasnya

No comments:

Post a Comment